ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Amerika Serikat ingin menggunakan kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar Assad. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hal ini dalam konferensi pers tahunan, Selasa (17/01).
“Ada banyak contoh yang menunjukkan bahwa Amerika dan sekutu mereka diam-diam ingin menggunakan al-Nusra dan ISIS untuk melemahkan dan akhirnya menggulingkan pemerintahan Assad,” kata Lavrov sebagaimana dikutip TASS.
“Itu sebabnya, mereka cukup dilindungi demi melaksanakan tujuan lain (AS) dalam perang melawan terorisme,” tambah menteri luar negeri Rusia itu.
Demikian pula sebagaimana Al-Qaeda muncul ketika Amerika mendukung mujahidin di tahun 1980-an, ISIS muncul setelah pendudukan Irak pada tahun 2003, kata Lavrov.
“Persis dengan cara yang sama, Jabhat al-Nusra, yang merupakan salah satu cabang Al Qaeda, adalah yang paling ganas, yang paling kejam dan kekuatan teroris yang paling brutal dalam krisis Suriah sekarang,” tambahnya.
“Hanya setelah pasukan udara udara Rusia mulai beroperasi di Suriah pada bulan September tahun lalu atas permintaan Presiden Assad, koalisi pimpinan AS yang telah ada sebelumnya disana mulai setidaknya entah bagaimana membom posisi ISIS dan melakukan serangan terhadap infrastruktur, termasuk ladang minyak, yang digunakan ISIS untuk pembiayaan diri melalui penyelundupan, “jelasnya lebih lanjut. (ARN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar